Selasa, 27 November 2012

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat



Pelapisan sosial di dalam pengelompokan masyarakat dapat terjadi secara dengan sendirinya sesuai dengan tempat, waktu, dan kebudayaan yang ada. Ada pula pelapisan sosial yang terjadi dengan disengaja dikarenakan adanya jabatan dan kewenangan yang diberikan oleh individu tertenu. Pelapisan sosial menurut Karl Mark dapat dibagi menjadi menurut ukuran kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan.Di dalam Negara Indonesia, kita sebagai warga Negara Indonesia mempunyai kesamaan hak dan kewajiban yang diatur dalam pasal UUD 1945 Pasal 27, 28, 29, dan 31.
Apabila kita melihat kata elite, maka dalam sekejap terpintas bahwa elite merupakan orang yang didalam kehidupan bermasyarakat memiliki kedudukan yang tinggi dan dihormati oleh orang banyak. Di dalam struktur sosial bermasyarakat dan bernegara, elite menempati posisi tinggi di bidang ekonomi, pemerintah, militer, politik, agama, pengajar, dan pekerja dinas. Sebagai contoh yaitu para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memiliki jabatan sebagai para elite politik di Negara RI.
Massa dapat dibayangkan atau diartikan sebagai kelompok individu dalam jumlah yang banyak yang dapat dikelompokkan secara kolektif. Ciri – ciri dari massa sendiri yaitu terdiri dari berbagai pelapis sosial masyarakat yang berbeda – beda yang memiliki jabatan / posisi, strata sosial, tingkat kesejahteraan dan kemakmuran yang berbeda – beda. Massa juga mempunyai ciri sebagai kelompok yang anonym, dan lebih sedikit berinteraksi antar anggotanya dikarenakan adanya pengaruh posisi serta jabatan yang berbeda serta jumlah yang banyak.


Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan




            Secara umum masyrakat adalah  suatu kumpulan individu yang membentuk suatu kelompok, yang semakin besar dan memiliki suatu tatanan hidup atau aturan-aturan yang berlaku untuk mengatur kehidupan setiap individu. Masyarakat juga dapat dibagi menjadi dua yaitu,
Masyarakatyang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yagn bertalian dengan hubungan darah atau keturunan, dan masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sabagainya.
            Masyarakat perkotaan adalah masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan, biasanya penduduk perkotaan lebih besar besifat individual atau lebih memikirkan kehidupannya sendiri ketimbang dengan orang lain. Kehidupan masyarakat perkotaan dalam bidang keagamaan berkurang.
            Masyarakat pedesaan lebih bersifat bersosialisasi atau berkelompok karena masryarakat pedesaan membutuhkan orang lain dibandingkan masyrakat perkotaan yang sudah sibuk dengan masalahanya sendiri. Masyarakat pedesaan yaitu, suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri. Menurut Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan cultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya danpengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.


Warganegara dan Negara




            Secara garis besar warganegara adalah sekumpulan individu yang membentuk suatu kelompok yang semakin besar dan diaatur oleh suatu system pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat. Setiap warganegara pasti memiliki suatu kepala Negara dan hukum yang mengatur setiap kehidupan berbangsa demi kebaikan hidup suatu Negara.
            Negara merupakan suatu alat atau wewenang yang mengatur persoalan bersama atas nama masyarakat. Negara memiliki tugas diantaranya sebagai pengendali setiap kegiatan social agar tidak terjadi kegiatan yang membahayakan satu sama lainnya dan Negara memiliki tugas mengorganisasi kegiatan manusia demi tercapainya tujuan-tujuan masyarakat. Negara memiliki suatu hukum untuk mengatur tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat.
            Negara berdiri berdasarkan beberapa unsur yang terdiri dari wilayah, rakyat, pemerintah , dan tujuan. Setiap Negara memiliki kedaulatan menurut sifatnya terdiri atas kedaulatan permanen, kedaulatan absolut, kedaulatan tidak terbagi-bagi, dan kedaulatan tidak terbatas. Negara sendiri memiliki suber kadulatan berdasarkan kadaulatan Tuhan, kedaulatan Negara , kedaulatn rakyat, dan kedaulatan hukum. 

Kamis, 11 Oktober 2012

Pemuda dan Sosialisasi

nama: oktavianus hendi
npm : 15112587
kelas : 1KA24


Pemuda dan Sosialisasi
            Secara umum pemuda diartikan sebagai individu/manusia-manusia yang memerlukan pembinaan dan pengembangan sikap hidup yang lebih baik. Pemuda di Indonesia banyak ragamnya sehingga perlunya pembinaan. Interaksi pemuda/individu sangat mempengaruhi sikap hidupnya baik di lingkungan kelu arga, teman ,dan masyarakat proses demikian dinamakan sosialisasi. Proses sosialisasi terjadi terus-menerus dari manusia itu dilahirkan sampai titik kulminasi.
            Pemuda di Indonesia dapat di kelompokan berdasarkan umur 15-21 tahun. Berdasarkan fungsionalnya pemuda masuk fase remaja dan dewasa. Dengan demikan pemuda dapat dikatan fase seseorang berubah dari tahap remaja menuju tahap dewasa. Biasanya pada tahap ini seseorang labil dalam arti kata seseorang dapat berubah-berubah sikap hidupnya tergantung apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini wajar karena seseorang butuh pengakuan atas dirinya berdasarkan teman pergaulannya. Oleh sebab itu ada baiknya setiap pemuda di bekali kemampuan yang baik sejak dini.
            Salah satunya adalah sosialisasi pemuda dengan proses sosilisasi seseorang menjadi tahu bagaimana bertingkah laku sebagai mana mestinya di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayannya. Dari proses tersebut manusia akan menjadi lebih beradab. Proses ini sangat membantu untuk setiap pemuda bergaul dalam komunitasnya sehingga seseorang dapat memilih mana yang baik buat dirinya dan orang lain. Sosialisasi perlu dilakukan karena manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya tergantung dengan orang lain begitupun sebaliknya. maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai mahluk sosial, makhluk individual bagi pemuda.

Jumat, 05 Oktober 2012

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan


npm: 15112587
kelas: 1kA24

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan

                Perkembangnan kebudayaan selalu berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya.  Pengertian kebudayan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari  karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya adalah suatu bentuk ciptan manusia untuk mempermudah pekerjaannya dalam mengolah sumber daya alam, yang hasilnya akan di berikan kepada masyarakat untuk kesejahteraan rakyat.
                Rasa yaitu suatu bentuk perasan atau jiwa manusia mewujudkan segi norma dan nilai yang perlu untuk mengatur masalah-masalah dalam hidup bermasyarakat, dalam arti luas termasuk  agama, ideology, kebatinan, kesenenian dan semua unsur yang merupakan hasil ekspresi manusia.
Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.
                

Individu Keluarga dan Masyarakat


npm: 15112587
kelas: 1kA24
Individu Keluarga dan Masyarakat
            Individu secara garis besar adalah kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Dalam pandangan psikologi sosial, manusia disebut individu bila tingkah lakunya bersifat spesifik dari dirinya bukan mengikuti tingkah laku umum. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.   
            Manusia yang normal mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Artinya bahwa manusia mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Dalam pertumbuhan individu timbul beberapa aliran yaitu aliran asosiasi dan aliran psikologi  gestalt. Menurut aliran asosiasi pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi, yaitu yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera.
            Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Setelah manusia saling berkumpul timbulah suatu keluarga yang dimana didalamnya terdapat berbagai anggota terdiri dari bapak, ibu, dan anak. Sebuah keluarga memiliki fungsi masing-masing yang mendukung terjadinya suatu hubungan yang erat satu dengan yang lainnya.
            Masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.  Dalam perkembangannya masyarakat dibagi menjadi; masyarakat sederhana dan masyarakat maju. Masyarakat sederhana adalah masyarakat yang masing membedakan pekerjaan menurut gender. Masyrakat maju adalah organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Masyarakat maju dibedakan lagi menjadi 2 yaitu masyarakat non industri.

Senin, 01 Oktober 2012

ISD sebagai salah satu MKDU

NPM: 15112587
kelas: 1KA24


            Secara garis besar Ilmu Sosial Dasar adalah  ilmu yang mempelajari hakekat hidup manusia dalam segi permasalah–permasalahan sosial, secara khusus yang terjadi di masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian–pengertian fakta, konsep, dan teori yang berasala dari bidang ilmu-ilmu pengetahuan sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
            Tujuan mempelajari ilmu sosial dasar untuk membentuk sikap suatu individu atau kelompok, untuk membina mahasiswa agar mampu memahami masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat , dan mampu menanggulangi masalah-masalah yang ada di masyarakat.
            Ilmu sosial dasar berbeda dengan ilmu pengetahuan sosial, karena ilmu sosial dasar lebih mempelajari msalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata dalam bentuk sikap seperti: kenyataan-kenyataan yang terjasi dalam masyarakat, masalah-masalah yang ada di masyarakat, konsep-konse dan pengertian-pengertian kenyataan sosial dalam masyarakat.