Kamis, 11 Oktober 2012

Pemuda dan Sosialisasi

nama: oktavianus hendi
npm : 15112587
kelas : 1KA24


Pemuda dan Sosialisasi
            Secara umum pemuda diartikan sebagai individu/manusia-manusia yang memerlukan pembinaan dan pengembangan sikap hidup yang lebih baik. Pemuda di Indonesia banyak ragamnya sehingga perlunya pembinaan. Interaksi pemuda/individu sangat mempengaruhi sikap hidupnya baik di lingkungan kelu arga, teman ,dan masyarakat proses demikian dinamakan sosialisasi. Proses sosialisasi terjadi terus-menerus dari manusia itu dilahirkan sampai titik kulminasi.
            Pemuda di Indonesia dapat di kelompokan berdasarkan umur 15-21 tahun. Berdasarkan fungsionalnya pemuda masuk fase remaja dan dewasa. Dengan demikan pemuda dapat dikatan fase seseorang berubah dari tahap remaja menuju tahap dewasa. Biasanya pada tahap ini seseorang labil dalam arti kata seseorang dapat berubah-berubah sikap hidupnya tergantung apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini wajar karena seseorang butuh pengakuan atas dirinya berdasarkan teman pergaulannya. Oleh sebab itu ada baiknya setiap pemuda di bekali kemampuan yang baik sejak dini.
            Salah satunya adalah sosialisasi pemuda dengan proses sosilisasi seseorang menjadi tahu bagaimana bertingkah laku sebagai mana mestinya di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayannya. Dari proses tersebut manusia akan menjadi lebih beradab. Proses ini sangat membantu untuk setiap pemuda bergaul dalam komunitasnya sehingga seseorang dapat memilih mana yang baik buat dirinya dan orang lain. Sosialisasi perlu dilakukan karena manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya tergantung dengan orang lain begitupun sebaliknya. maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai mahluk sosial, makhluk individual bagi pemuda.

Jumat, 05 Oktober 2012

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan


npm: 15112587
kelas: 1kA24

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan

                Perkembangnan kebudayaan selalu berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya.  Pengertian kebudayan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari  karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya adalah suatu bentuk ciptan manusia untuk mempermudah pekerjaannya dalam mengolah sumber daya alam, yang hasilnya akan di berikan kepada masyarakat untuk kesejahteraan rakyat.
                Rasa yaitu suatu bentuk perasan atau jiwa manusia mewujudkan segi norma dan nilai yang perlu untuk mengatur masalah-masalah dalam hidup bermasyarakat, dalam arti luas termasuk  agama, ideology, kebatinan, kesenenian dan semua unsur yang merupakan hasil ekspresi manusia.
Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.
                

Individu Keluarga dan Masyarakat


npm: 15112587
kelas: 1kA24
Individu Keluarga dan Masyarakat
            Individu secara garis besar adalah kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Dalam pandangan psikologi sosial, manusia disebut individu bila tingkah lakunya bersifat spesifik dari dirinya bukan mengikuti tingkah laku umum. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.   
            Manusia yang normal mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Artinya bahwa manusia mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Dalam pertumbuhan individu timbul beberapa aliran yaitu aliran asosiasi dan aliran psikologi  gestalt. Menurut aliran asosiasi pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi, yaitu yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera.
            Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Setelah manusia saling berkumpul timbulah suatu keluarga yang dimana didalamnya terdapat berbagai anggota terdiri dari bapak, ibu, dan anak. Sebuah keluarga memiliki fungsi masing-masing yang mendukung terjadinya suatu hubungan yang erat satu dengan yang lainnya.
            Masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.  Dalam perkembangannya masyarakat dibagi menjadi; masyarakat sederhana dan masyarakat maju. Masyarakat sederhana adalah masyarakat yang masing membedakan pekerjaan menurut gender. Masyrakat maju adalah organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Masyarakat maju dibedakan lagi menjadi 2 yaitu masyarakat non industri.

Senin, 01 Oktober 2012

ISD sebagai salah satu MKDU

NPM: 15112587
kelas: 1KA24


            Secara garis besar Ilmu Sosial Dasar adalah  ilmu yang mempelajari hakekat hidup manusia dalam segi permasalah–permasalahan sosial, secara khusus yang terjadi di masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian–pengertian fakta, konsep, dan teori yang berasala dari bidang ilmu-ilmu pengetahuan sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
            Tujuan mempelajari ilmu sosial dasar untuk membentuk sikap suatu individu atau kelompok, untuk membina mahasiswa agar mampu memahami masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat , dan mampu menanggulangi masalah-masalah yang ada di masyarakat.
            Ilmu sosial dasar berbeda dengan ilmu pengetahuan sosial, karena ilmu sosial dasar lebih mempelajari msalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata dalam bentuk sikap seperti: kenyataan-kenyataan yang terjasi dalam masyarakat, masalah-masalah yang ada di masyarakat, konsep-konse dan pengertian-pengertian kenyataan sosial dalam masyarakat.