I
1. Hakikat perencanaan karangan:
1. Hakikat perencanaan karangan:
a.
Proses kreatif
b.
Menentukan jenis karangan
c.
Perencanaan karangan
2.
Mengarang merukan proses kreatif:
karena setiap penulisan menghendaki adanya pemikiran sendiri dengan
sungguh-sungguh, semangat, dan serius.
3.
Jenis-jenis karangan ilmiah:
a.
Makalah
b.
Artikel jurnal
c.
Proposal
d.
Laporan Ilmiah
4.
Tahapan penyusunan karangan:
a.
Prapenulisan
b.
Penulisan
c.
Penyuntingan
d.
Penulisan naskah yang sudah
sempurna
e.
Presentasi
5.
Syarat-syarat topik yang baik:
a.
Topik yang baik dengan penulis
b.
Topik yang baik dengan pembaca
6.
Perbedan topik dan judul:
a.
Topik adalah ide sentral yang
berfungsi mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.
b.
Judul adalah pokok pembicaraan
dalam keseluruhan karangan yang akan dibahas.
7.
Syarat-syarat kalimat tesis:
a.
Berisi gabungan rumusan topik dan
tujuan
b.
Penekanan topik sebagai suatu
ungkapan pikiran
c.
Pembatasan dan ketetapan rumusan
d.
Berupa kalimat lengkap terdapat
subjek dan predikat
e.
Menggunakan kata khusus dan
denotatif
f.
Berupa pernyataan positif-bukan
kalimat tanya, bukan kalimat seru, dan bukan kalimat negatif
g.
Dapat mengarahkan, mengembangkan,
dan mengendalikan penulisan, dan dapat diukur dan dibuktikan kebenaranya
8.
Lengkapi tesis berikut:
1)
Topik: kreativitas baru produksi
pangan dari singkong.
Judul: membuktikan bahwa bahan baku singkong dapat diolah
dalam berbargai jenis pangan yang dapat dijadikan komoditas ekspor.
Tesis: Kreativitas produksi pangan dari singkong
membuktikan bahan baku singkong dapat diolah dan jadi komoditas ekspor.
2)
Tesis: efesien sumber daya ekonomi
akan menghasilkan produk sepatu tangguh berdaya saing tinggi di pasar
Internasional.
Topik: efesiensi sumber daya produk sepatu
Tujuan: membuktikan efesiensi sumber daya dapat menghasilkan produk
tangguh berdaya saing di pasar Internasional
II
III.
II
1. b. Lisan Ilmiah
2. a. Penyimpangan sapel
3. a. Perbedaan sampel besar dan sampel kecil
4. a. Sampel
5. a. Keterangan tambahan
6. c. Cukup luas
7. b. Analisis fungsi prakiraan bisnis terhadap kinerja
keuangan
8. b. Penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akan berpengaruh
secara positif terhadap pengembangan sistem kerja
9. b. Mengendalikan
10. a. Apakah pengaruh politik terhadap prekonomian
nasional
11. a. Membuktikan
II.
1. a. Kuantatif
2. a. Induktif
3. b. Penilaian
4. b. Objektif
5. c. Persuasif
Topik: upaya
meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran dengan metode yang tepat
dalam keluarga
Tujuan:
membuktikan dengan metode belajar yang tepat dapat menumbuhkan minat belajar
siswa
Tesis: penggunan
metode belajar yang baik ditambah kesabaran para orang tua dapat membuat minat
belajar anak meningkat
Kerangka karangan:
1.
Pengertian
1.1 pengertian
minat
1.2 pengertian
pembelajaran
2.
faktor mempengaruhi minat belajar
2.1 faktor
internal:
a.
aspek jasmani dari individu
b.
aspek psikologis anak
2.2 faktor
eksternal:
a.
keluarga
b.
lingkungan sekolah
c.
lingkungan masyarakat
3.
faktor menumbuhkan minat belajar:
3.1 mencari
minat belajar anak
3.2 mengikuti
perkembangan anak
4.
macam-macam metode menumbuhkan minat belajar
4.1 metode
debat
4.2 metode
roleplaying
4.3 metode
pemecahan masalah
latar belakang
pada jaman sekarang di era
globalisasi banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu minat belajar
anak. Sehingga banyak anak yang dapat prestasi kurang memuaskan.
2. Faktor Mempengaruhi Minat Belajar
Dapat
dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan
dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. S.C. Utami Munandar
(1985:11 )menyatakan bahwa minat dapat menjadi juga kekuatan
motivasi. Prestasi seeorang selalu dipengaruhi minat dan kebiasaan sehari-hari.
Minat dan kebiasan yang sering dilakukan akan terbentuk pola hidup yang tidak
dapat ditinggalkan selama hidupnya.
Dengan demikian diperlukan faktor
pendukung bagi seseorang untuk meningkatkan minat belajar dalam kehidupanya
tiap-tiap hari. Salah satunya dengan mengenali kesengan anak tersebut, bisa
dilihat melalui hobi. Namun dalam praktiknya tidaklah mudah untuk dilakukan..
Disamping itu minat belajar tidak mudah untuk dibentuk, karena setiap anak
memiliki daya kreativitas dan minat yang berbeda-beda.
Berdasarkan pengalaman penulis, pada saat pembelajaran
berlangsung siswa kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran. Hanya sebagian
kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan semangat. Sebagian besar siswa mengerjakan tugas yang diberikan
dengan perasaan terpaksa atau takut. Hal ini menyebabkan tugas yang diberikan
hasilnya kurang memuaskan sehingga terkesan asal jadi. Jika mereka ditanya,
alasannya mereka tidak mempunyai bakat,
1. Pengertian
1.1 Minat
Minat sering dihubungkan
dengan keinginan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar. The
Liang Gie (1994:28) mengungkapkan bahwa minat berarti sibuk, tertarik, atau
terlibat sepenuhnya dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan
itu. Menurut Slameto (dalam Djaali 2006:121) minat adalah rasa lebih suka dan
rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.
Sedangkan menurut Crow and Crow (dalam Djaali 2006:121) mengatakan bahwa minat
berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau
berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh
kegiatan itu sendiri.
1.2 Belajar
Ada
beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang belajar, pada umumnya
mereka memberikan penekanan pada unsur perubahan dan pengalaman. Menurut
Witherington (dalam Sukmadinata 2007:155) menyatakan bahwa belajar merupakan
perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola respon yang
baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan.
Crow and Crow (dalam Sukmadinata 2007:155) mengemukakan bahwa belajar adalah
diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Sedangkan menurut
Hilgar (1962:252) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses di mana suatu
perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap sesuatu situasi.
2. Faktor Mempengaruhi Minat Belajar
2.1 Faktor Internal
A. Aspek jasmaniah, mencakup
kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu siswa. Kondisi fisik yang prima sangat mendukung keberhasilan belajar dan dapat
mempengaruhi minat belajar. Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada fisik
terutama indera penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat menyebabkan
berkurangnya minat belajar pada dirinya.
B. Aspek Psikologis
(kejiwaan), menurut Sardiman (1994:44) faktor psikologis meliputi perhatian,
pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat,dan motif. Pada
pembahasan berikut tidak semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya
sebagian saja yang sangat berhubungan dengan minat belajar .
1.2 Faktor Eksternal
A.Keluarga, meliputi hubungan antar keluarga, suasana
lingkungan rumah, dan keadaan ekonomi keluarga.
B. Sekolah, meliputi
metode mengajar, kurikulum, sarana dan prasarana belajar, sumber-sumber
belajar, media pembelajaran, hubungan siswa dengan temannya, guru-gurunya dan
staf sekolahserta berbagai kegiatan kokurikuler.
C. Lingkungan masyarakat,
meliputi hubungan dengan teman bergaul, kegiatan dalam masyarakat, dan
lingkungan tempat tinggal.
3. Faktor Menumbuhkan Minat Belajar
3.1 Mencari Minat Belajar Anak
Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang
paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah
dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut Tanner and Tanner
(1975) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada
siswa. Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang
bahan yang akan dismpaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu,
kemudian diuraikan kegunaannya di masa yang akan datang. Roijakters (1980)
berpendapat bahwa hal ini biasa dicapai dengan cara menghubungkan bahan
pelajaran dengan berita-berita yang sensasional, yang sudah diketahui siswa.
3.2 Mengikuti Perkembangan Anak
Minat
belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap
mungkin mengenai mata pelajaran itu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan
segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari
buku pegangan. ensiklopedi, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat
pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang
berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa
usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau
melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu
akan tumbuh.
4. Macam-Macam Metode Menumbuhkan Minat
Belajar Anak
4.1 Metode Debat
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting
untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa
dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang.
Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang
lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang
ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan
kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang
penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa
efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model
berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus
melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung
ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen)
untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi
harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok.
Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan
untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam
menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan
(summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran
guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.
4.2 Metode Role
Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran
melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi
dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau
benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu
bergantung kepada apa yang diperankan.
4.3 Metode Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah
(problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan
jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau
perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara
bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang
pada dasarnya adalah pemecahan masalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar