Senin, 10 November 2014

Perencanaan Karangan



 I
1.      Hakikat perencanaan karangan:
a.       Proses kreatif
b.      Menentukan jenis karangan
c.       Perencanaan karangan

2.       Mengarang merukan proses kreatif: karena setiap penulisan menghendaki adanya pemikiran sendiri dengan sungguh-sungguh, semangat, dan serius.
3.       Jenis-jenis karangan ilmiah:
a.       Makalah
b.      Artikel jurnal
c.       Proposal
d.      Laporan Ilmiah
4.       Tahapan penyusunan karangan:
a.       Prapenulisan
b.      Penulisan
c.       Penyuntingan
d.      Penulisan naskah yang sudah sempurna
e.      Presentasi
5.       Syarat-syarat topik yang baik:
a.       Topik yang baik dengan penulis
b.      Topik yang baik dengan pembaca
6.       Perbedan topik dan judul:
a.       Topik adalah ide sentral yang berfungsi mengikat keseluruhan uraian, deskripsi,  penjelasan, dan seluruh pembuktian.
b.      Judul adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan karangan yang akan dibahas.
7.       Syarat-syarat kalimat tesis:
a.       Berisi gabungan rumusan topik dan tujuan
b.      Penekanan topik sebagai suatu ungkapan pikiran
c.       Pembatasan dan ketetapan rumusan
d.      Berupa kalimat lengkap terdapat subjek dan predikat
e.      Menggunakan kata khusus dan denotatif
f.        Berupa pernyataan positif-bukan kalimat tanya, bukan kalimat seru, dan bukan kalimat negatif
g.       Dapat mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan, dan dapat diukur dan dibuktikan kebenaranya
8.       Lengkapi tesis berikut:
1)      Topik: kreativitas baru produksi pangan dari singkong.
Judul: membuktikan bahwa bahan baku singkong dapat diolah dalam berbargai jenis pangan yang dapat dijadikan komoditas ekspor.
Tesis: Kreativitas produksi pangan dari singkong membuktikan bahan baku singkong dapat diolah dan jadi komoditas ekspor.

2)      Tesis: efesien sumber daya ekonomi akan menghasilkan produk sepatu tangguh berdaya saing tinggi di pasar Internasional.
Topik: efesiensi sumber daya produk sepatu
Tujuan: membuktikan efesiensi sumber daya dapat menghasilkan produk tangguh berdaya saing di pasar Internasional

II


1. b. Lisan Ilmiah
2. a. Penyimpangan sapel
3. a. Perbedaan sampel besar dan sampel kecil
4. a. Sampel
5. a. Keterangan tambahan
6. c. Cukup luas
7. b. Analisis fungsi prakiraan bisnis terhadap kinerja keuangan
8. b. Penggunaan program komputer  yang dirancang secara tepat akan berpengaruh secara positif terhadap pengembangan sistem kerja
9. b. Mengendalikan
10. a. Apakah pengaruh politik terhadap prekonomian nasional
11. a. Membuktikan

II.
1. a. Kuantatif
2. a. Induktif
3. b. Penilaian
4. b. Objektif
5. c. Persuasif

  III.

Topik: upaya meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran dengan metode yang tepat dalam keluarga

Tujuan: membuktikan dengan metode belajar yang tepat dapat menumbuhkan minat belajar siswa

Tesis: penggunan metode belajar yang baik ditambah kesabaran para orang tua dapat membuat minat belajar anak meningkat

Kerangka karangan:
1.      Pengertian
1.1  pengertian minat
1.2  pengertian pembelajaran
2.      faktor mempengaruhi minat belajar
2.1  faktor internal:
a.      aspek jasmani dari individu
b.      aspek psikologis anak
2.2  faktor eksternal:
a.      keluarga
b.      lingkungan sekolah
c.       lingkungan masyarakat
3.      faktor menumbuhkan minat belajar:
3.1  mencari minat belajar anak
3.2  mengikuti perkembangan anak
4.      macam-macam metode menumbuhkan minat belajar
4.1  metode debat
4.2  metode roleplaying
4.3  metode pemecahan masalah

latar belakang
            pada jaman sekarang di era globalisasi banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu minat belajar anak. Sehingga banyak anak yang dapat prestasi kurang memuaskan.

Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. S.C. Utami Munandar (1985:11 )menyatakan bahwa minat dapat menjadi juga kekuatan motivasi. Prestasi seeorang selalu dipengaruhi minat dan kebiasaan sehari-hari. Minat dan kebiasan yang sering dilakukan akan terbentuk pola hidup yang tidak dapat ditinggalkan selama hidupnya.

            Dengan demikian diperlukan faktor pendukung bagi seseorang untuk meningkatkan minat belajar dalam kehidupanya tiap-tiap hari. Salah satunya dengan mengenali kesengan anak tersebut, bisa dilihat melalui hobi. Namun dalam praktiknya tidaklah mudah untuk dilakukan.. Disamping itu minat belajar tidak mudah untuk dibentuk, karena setiap anak memiliki daya kreativitas dan minat yang berbeda-beda.

            Berdasarkan pengalaman penulis, pada saat pembelajaran berlangsung siswa kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan semangat. Sebagian besar siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan perasaan terpaksa atau takut. Hal ini menyebabkan tugas yang diberikan hasilnya kurang memuaskan sehingga terkesan asal jadi. Jika mereka ditanya, alasannya mereka tidak mempunyai bakat,

1. Pengertian
1.1 Minat
            Minat sering dihubungkan dengan keinginan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar. The Liang Gie (1994:28) mengungkapkan bahwa minat berarti sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Menurut Slameto (dalam Djaali 2006:121) minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Sedangkan menurut Crow and Crow (dalam Djaali 2006:121) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

1.2 Belajar
            Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang belajar, pada umumnya mereka memberikan penekanan pada unsur perubahan dan pengalaman. Menurut Witherington (dalam Sukmadinata 2007:155) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola respon yang baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan. Crow and Crow (dalam Sukmadinata 2007:155) mengemukakan bahwa belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Sedangkan menurut Hilgar (1962:252) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses di mana suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap sesuatu situasi.


2. Faktor Mempengaruhi Minat Belajar
2.1 Faktor Internal
          A.  Aspek jasmaniah, mencakup kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu siswa. Kondisi fisik yang prima sangat mendukung keberhasilan belajar dan dapat mempengaruhi minat belajar. Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada fisik terutama indera penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat menyebabkan berkurangnya minat belajar pada dirinya.

          B. Aspek Psikologis (kejiwaan), menurut Sardiman (1994:44) faktor psikologis meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat,dan motif. Pada pembahasan berikut tidak semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya sebagian saja yang sangat berhubungan dengan minat belajar .

1.2 Faktor Eksternal
            A.Keluarga, meliputi hubungan antar keluarga, suasana lingkungan rumah, dan keadaan ekonomi keluarga. 
B. Sekolah, meliputi metode mengajar, kurikulum, sarana dan prasarana belajar, sumber-sumber belajar, media pembelajaran, hubungan siswa dengan temannya, guru-gurunya dan staf sekolahserta berbagai kegiatan kokurikuler. 

C. Lingkungan masyarakat, meliputi hubungan dengan teman bergaul, kegiatan dalam masyarakat, dan lingkungan tempat tinggal.

3. Faktor Menumbuhkan Minat Belajar
3.1 Mencari Minat Belajar Anak
            Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut Tanner and Tanner (1975) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa. Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang bahan yang akan dismpaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya di masa yang akan datang. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal ini biasa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang sensasional, yang sudah diketahui siswa.

3.2 Mengikuti Perkembangan Anak
          Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan. ensiklopedi, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh. 

4. Macam-Macam Metode Menumbuhkan Minat Belajar Anak
4.1 Metode Debat
        Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.

4.2 Metode Role Playing
            Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.

4.3 Metode Pemecahan Masalah
            Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar